Bincang Buku "Ayah Paruh Waktu" Bareng Kurniawan Gunadi Sentuh Sisi Emosional Mahasiswa Soal Peran Orang Tua dan Masa Depan
Penulis Kurniawan Gunadi membedah karya berjudul "Ayah Paruh Waktu" dalam sesi bincang buku yang dilaksanakan di UPA Perpustakaan UPN Veteran Yogyakarta, 19 Agustus 2026. Buku ini berfokus pada dinamika pengasuhan anak serta pentingnya kehadiran emosional sosok ayah di era modern. Acara ini menjadi ruang refleksi mendalam bagi para peserta mengenai tantangan membagi peran antara menjadi mahasiswa dan kehangatan keluarga.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi UPA Perpustakaan dengan penerbit Bentang Pustaka yang dapat disaksikan secara umum tidak hanya untuk kalangan mahasiswa saja. Bincang buku ini berlangsung makin hidup dan interaktif berkat alur diskusi yang dipandu oleh moderator Mustika Praptiwi dan para peserta yang sangat antusias. Beberapa poin pembahasan penting dalam diskusi tersebut diantaranya:
-
Refleksi Hubungan Anak-Orang Tua: Memberikan sudut pandang baru bagi mahasiswa untuk memahami keterbatasan, perjuangan, dan bentuk kasih sayang ayah yang kerap tidak terucapkan secara verbal (unspoken love).
-
Isu Father Hunger & Kesehatan Mental: Menjadi ruang diskusi terbuka mengenai dampak ketidakhadiran peran emosional ayah terhadap perkembangan mental dan proses pencarian identitas dewasa muda.
-
Persiapan Karier dan Berkeluarga: Membuka wawasan mahasiswa agar sejak dini mampu menyeimbangkan ambisi profesional dengan komitmen personal sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.
-
Inspirasi Storytelling & Penulisan: Menjadi wadah belajar bagi mahasiswa yang tertarik pada penulisan esai reflektif dan pemodelan narasi pop-psikologi ala Kurniawan Gunadi.
Sesi bincang buku "Ayah Paruh Waktu" bersama Kurniawan Gunadi menyedot perhatian mahasiswa yang ingin memahami dinamika hubungan keluarga sekaligus mempersiapkan peran masa depan. Bagi audiens generasi muda, karya ini tidak hanya dibaca sebagai panduan pengasuhan, melainkan cermin untuk membedah relasi emosional dengan sosok ayah dan tantangan work-life balance saat memasuki dunia kerja kelak.
